Metromini 74
Kemarin adalah hari perdana saya naik bus pergi dan pulang dari rumah Kenari nih hihihi.. (sebagai informasi, saya dan misua tinggal di rumah Mama di Sektor 2 Bintaro). It was quite exhausted, ya begini ini nih keluhan orang yang gak terbiasa naik bis, maklumlah biasanya saya ini cewe bensin :D
Berangkat pukul 06.00 bareng bebina (padahal cuman sampai portal ujung jalan), dari situ berpisah deh, bebina naik ojek, saya naik angkot merah S-08. Di angkot nimbang-nimbang ke kantor mau naik taksi atau ngebis.
Wuah kalau ditanya enak dan nyaman mana, saya siy so pasti milih taksi tapiii dompetnya yang ga kuat hik hik.. Biarpun naik si tarif bawah, tetep aja paling engga, 60ribuan melayang dari dompet (total damage cost naik angkot 3 x hanya enam ribu perak saja). Itu untuk 1 x jalan, kalau dihitung pergi pulang naik taksi lumayan bikin hati kecut hehehe..
Ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk naik bis. Kemarin-kemarin siy lihat ada Metromini 74 dengan rute Rempoa - Tanah Kusir - Blok M ngelewatin Jl. Veteran. Eeh kebeneran banget, si orens berhenti persis saya turun dari angkot. Langsung aja naik dan beruntung dapet tempat duduk. Ga kebayang harus berdiri dari Bintaro ke Blok M.
Tiba di terminal Blok M persis jam 07.18 (lama juga yee). Turun ke bawah, beli karcis Busway. Ah ternyata Buswaynya lama, saya yang ga sabaran ini akhirnya balik badan dan naik Kopaja 18. Sampai di Halte Senayan pukul 07.40 (hohoho telat bener), langsung ngibrit naik jembatan, numpang nyebrang lewat gedung Graha Niaga ke Energy Building dan baru duduk manis di meja persis pukul 08.00.
Haduh ini gimana ceritanya, ekspektasinya sampai di kantor pukul 07.00, ini malah molor 1 jam. Untung si bapak boss ga nanyain kenapa saya telat, mungkin beliau tahu saya ini pengantin baru hahahaha (ga penting..).
Pros:
1. Uang transportasi naik bis vs taksi selisihnya lumayan besar. Maksudnya dengan mengirit supaya bisa menabung lebih banyak :)
2. Bisa nulis blog
3. Bisa liat toko di kanan kiri jalan, kalau nyupir mana bisa begini hihihi
4. Bisa tidur, walaupun ga nyenyak (tidur ayam istilahnya)
Cons:
1. Hati-hati kalau pakai sandal teplek. Kejadian sama saya, ada mba nginjek kaki saya tapi ga nyadar sama sekali sampai saya harus colek
2. Level polusi udara, polusi suaranya tidak menyenangkan. Semoga ini tidak mencemari kemulusan wajah saya. Ahaay!
3. The travel takes two times longer. Hohoho it's something you cannot avoid in Jakarta
4. Siap-siap pantat panas, karena duduk di not-so-Ikea-chair
Advice:
1. Pakai alas kaki yang nyaman dan yang anti-slippery
2. Usahakan naik bis dari terminal awal supaya dapet tempat duduk
3. Siapkan uang receh untuk bayar ongkos
4. Sedia kipas soale hanya ada AC aka Angin Cendela
Yah semoga saja saya selalu sehat (alias tidak stress karena terbiasa naik mobil roda empat) dan tidak gampang tergoda naik si Exp*** LOL
Footnote: pulangnya juga dengan menggunakan rute yang sama, dari kantor angkat kaki pukul 17.00 teng dan menapakkan kaki di rumah pukul 19.40 *sighs)
No comments:
Post a Comment